Tuhan memerintahkan umat Israel agar MENGHORMATI ayah dan ibu mereka.
Apa arti “hormatilah ayah dan ibumu”? Seorang komentator
mendefinisikannya sebagai berikut:
“Ini adalah sebuah perintah yang sederhana dari Tuhan, dituliskan oleh
tangan-Nya sendiri dan disampaikan oleh Musa kepada mereka; Perintah ini
bersifat moral dan merupakan kewajiban yang sifatnya abadi: perlu
dimengerti bahwa menghormati orang tua bukan hanya sekadar menggunakan
ucapan dan bahasa tubuh yang penuh hormat terhadap orang tua serta
menaati mereka dengan penuh sukacita dan kerelaan, tetapi juga
menghormati mereka dengan subtansi yang ada, memenuhi kebutuhan mereka
akan sandang, pangan dan kebutuhan hidup lain yang mereka butuhkan; yang
dilakukan sebagai sebuah pelayanan yang sepantasnya mereka terima,
sebagai balasan atas biaya dan perhatian yang telah mereka curahkan
serta berbagai masalah yang harus mereka hadapi tatkala membesarkan
anak-anak mereka di dunia” (John Gill's Exposition of the Entire Bible,
Dr. John Gill 1690-1771)
Menghormati orang tua melibatkan penghargaan, hormat dan dukungan. Itu
berarti kita ada untuk mereka dan kita memperhatikan mereka melalui
pelayanan, dukungan, keuangan, kunjungan, dll.
Hormatilah ayah dan ibumu serta janji-janji yang menyertainya
Berbeda dengan perintah lainnya, di mana tidak ada janji yang spesifik
dilekatkan langsung dengan perintah-perintah tersebut, Allah, dalam
memberikan perintah yang satu ini, menambahkannya dengan sebuah janji
yang spesifik. Dia berkata, ““Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
Tetapi Ia tidak berhenti sampai di sana. Ulangan 5:16 menyebutkan
perintah yang sama, tetapi dengan sebuah tambahan janji yang dilekatkan
kepadanya:
Ulangan 5:16
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu [janji ke-1], dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu [janji ke-2).”
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu [janji ke-1], dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu [janji ke-2).”
Paulus mengulangi perintah ini dalam Efesus 6:2-3:
“Hormatilah ayahmu dan ibumu" adalah perintah pertama dari Allah dengan janji, yakni: "Supaya engkau berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (IBIS)
“Hormatilah ayahmu dan ibumu" adalah perintah pertama dari Allah dengan janji, yakni: "Supaya engkau berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (IBIS)
Paulus mengatakan bahwa ini adalah “perintah pertama dari Allah dengan
janji”. Perintah pertama dari Allah yang disertai janji adalah perintah
untuk menghormati orang tua kita! Dan betapa luar biasa janji itu! Kita
akan berumur panjang di bumi dan kita akan berbahagia! Apakah Anda ingin
berumur panjang di bumi? Apakah Anda ingin berbahagia? Inilah caranya:
hormatilah orang tuamu maka janji itu akan diberikan kepada Anda!
Hormatilah ayah dan ibumu: cara pandang Yesus
Seperti juga dengan perintah-perintah yang lain, Allah pun mengatakan
apa yang akan terjadi bila seseorang tidak menaati perintah menghormati
orang tua ini. Dalam Markus 7, Yesus meringkas isi perintah tersebut
serta apa yang akan terjadi bila perintah tersebut tidak ditaati:
Markus 7:10
“Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.”
“Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.”
Kata kerja “mengutuki” di sini adalah kata kerja bahasa Yunani
“kakologeo” yang berarti “mengata-ngatai yang jahat”. Barang siapa
mengata-ngatai yang jahat kepada ayah atau ibunya harus dihukum mati.
Kita akan melihat sebuah contoh tindakan yang tidak menghormati orang tua, melalui kelanjutan dari ayat di atas:
Markus 7:11-13
“Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
“Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
Kata “Korban” adalah sebuah kata bahasa Ibrani yang berarti “persembahan
kepada Allah”. Kata inilah yang dipergunakan dalam Imamat 1:2, di mana
dikatakan:
Imamat 1:2
"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN [korban], haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.”
"Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN [korban], haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.”
Kata “persembahan” di sini sama dengan kata “Korban” yang juga dipakai
Tuhan Yesus ketika membicarakan orang-orang Yahudi yang tidak
menghormati orang tua mereka. Pada dasarnya apa yang orang-orang Yahudi
ini katakan kepada orang tua mereka adalah “apa pun yang bisa kalian
peroleh dariku, baik rumahku, atau penghasilanku, semuanya itu adalah
korban atau persembahan kepada Tuhan jadi aku tidak dapat memberikannya
kepadamu”. Ini adalah semacam nasar yang mereka gunakan sebagai dalih
untuk membebaskan diri mereka dari kewajiban memberi kepada orang tua.
Mereka membuat sebuah nasar untuk mendedikasikan semuanya kepada Tuhan,
sehingga mereka dapat mengklaim bahwa mereka tidak lagi memiliki apa pun
untuk orang tua dan karenanya mereka merasa tidak lagi punya kewajiban
terhadap orang tua mereka. Seperti yang dijelaskan oleh Barnes:
“Ketika seseorang mempersembahkan miliknya sebagai “korban” atau
persembahan kepada Tuhan – maka miliknya itu tidak bisa dialokasikan
bahkan untuk mendukung orang tuanya. Bila orang tuanya miskin dan
membutuhkan, serta terpaksa harus meminta bantuan anaknya, dan
seandainya si anak menjawab, meskipun dalam kemarahan, “Apa yang ada
padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk
“korban”--yaitu persembahan kepada Allah” maka, itu artinya si orang
Yahudi menyatakan bahwa miliknya itu tidak bisa diminta, dan ia tidak
punya kewajiban untuk menolong orang tuanya dengan menggunakan miliknya.
Ia sudah melakukan hal yang lebih penting yakni mempersembahkannya
kepada Tuhan. Anak itu pun terbebas. Ia tidak dapat diminta untuk
melakukan apa pun bagi ayahnya setelah itu. Dengan demikian selama waktu
tertentu, ia pun terbebas dari kewajibannya mematuhi ayah atau ibunya.
(Albert Barnes’ Notes on the Bible, Albert Barnes (1798-1870))
Tuhan kita Yesus Kristus mengutuk penggunaan “Korban” – persembahan
kepada Allah – sebagai alasan untuk menghindarkan seseorang dari
kewajiban menolong orang tuanya. Jelaslah bahwa bagi Tuhan menghormati
orang tua adalah sesuatu yang sangat penting, sedemikian penting
bagi-Nya sehingga perintah itu menjadi salah satu dari sepuluh Hukum
Taurat.
Hormatilah ayah dan ibumu: Kesimpulan
Menghormati orang tua dengan semua yang tercakup di dalamnya adalah
perintah Allah. Perintah menghormati orang tua adalah perintah pertama
yang disertai janji dan janji itu sungguh luar biasa: umur panjang dan
kebahagiaan! Bagi kebanyakan orang tidak ada lagi yang mereka inginkan
selain kedua hal itu! Janji yang luar biasa, namun bukan tanpa syarat!
Ada syaratnya, janji itu akan diberikan kepada mereka yang menghormati
orang tuanya. Perintah menghormati orang tua begitu pentingnya sehingga
orang yang berani mengata-ngatai yang jahat kepada orang tuanya akan
mati. Memang, kita sekarang hidup di zaman anugerah, namun perintah
Allah serta janji-Nya ini tetap berlaku. Dan inilah tantangan bagi kita
semua:
Efesus 6:2-3
“Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
“Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar